Berau Harus Bersiap Menghadapi Era Pasca Tambang
Oktavia.
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Fraksi NasDem mengingatkan Pemkab Berau
agar mulai mempersiapkan transformasi ekonomi Kabupaten Berau menuju era pasca
tambang. Mengingat mulai berhentinya operasional sejumlah perusahaan tambang
menjadi sinyal bahwa harus segera
menyiapkan sektor ekonomi alternatif yang mampu menopang pertumbuhan daerah.
Prenyataan itu disampaikan
Jubir Fraksi NasDem Oktavia dalam saat rapat paripurna DPRD Berau, beberapa waktu
lalu.
“Apabila tidak
diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan angka
pengangguran karena banyak tenaga kerja yang selama ini bergantung pada sektor
pertambangan kehilangan mata pencaharian,” ujar Oktavia.
Karena itu tambahnya,
Pemkab Berau diminta segera menyusun strategi penciptaan lapangan kerja baru
melalui pengembangan sektor industri, pertanian, perkebunan, perikanan,
pariwisata, hingga usaha berbasis ekonomi kreatif.
Menurut Fraksi
NasDem, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya bergantung pada eksploitasi
sumber daya alam, tetapi juga harus diarahkan pada penciptaan nilai tambah
melalui hilirisasi.
Sebagai langkah
konkret menurut Oktavia, Fraksi NasDem mendorong Pemerintah Kabupaten Berau
membangun komunikasi yang lebih intensif dengan kalangan dunia usaha.
Pemerintah Daerah diminta melibatkan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) serta Himpunan Pengusaha
Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Berau dalam merumuskan strategi pengembangan
industri hilirisasi berbasis potensi daerah.
Dijelaskan Oktavia, keberadaan industri pengolahan akan
membuka peluang investasi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih
luas bagi masyarakat lokal. Tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas
daerah, hilirisasi juga dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi Kabupaten
Berau agar tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.
"Pemerintah
daerah perlu berdialog bersama KADIN dan HIPMI untuk mencari solusi membangun
industri hilirisasi di Kabupaten Berau sehingga mampu menyerap lebih banyak
tenaga kerja," tegasnya.
Fraksi NasDem juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan lingkungan hidup. Berakhirnya aktivitas pertambangan harus diikuti dengan pelaksanaan reklamasi dan rehabilitasi lahan secara optimal. Pemerintah daerah diminta meningkatkan pengawasan terhadap kewajiban perusahaan tambang dalam memulihkan kawasan bekas tambang agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun mempercepat laju deforestasi.
“Menurut kami
pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian
lingkungan sehingga manfaat pembangunan tetap dapat dinikmati oleh generasi
mendatang,” tukasnya. (sep/FN/Advetorial)